Dalam rangka matangnya persiapan Pomda, pengurus organisasi telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unit kegiatan mahasiswa (UKM) olahraga di berbagai universitas. Evaluasi terhadap hasil latihan mandiri selama beberapa bulan terakhir menjadi basis untuk menentukan fokus latihan di tahap akhir ini. Target Palembang sangat jelas: mempertahankan supremasi dan mengirimkan sebanyak mungkin atlet menuju tingkat nasional. Oleh karena itu, disiplin menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar bagi setiap mahasiswa yang telah terpilih masuk ke dalam pemusatan latihan daerah.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah langkah organisasi untuk intensifkan latihan yang melibatkan frekuensi dan volume yang lebih tinggi dari biasanya. Jika pada bulan-bulan sebelumnya atlet lebih banyak fokus pada pemeliharaan kebugaran, kini mereka mulai memasuki fase kompetisi di mana simulasi pertandingan dan pengasahan strategi menjadi menu utama. Peningkatan intensitas ini diawasi langsung oleh tim pelatih yang kompeten untuk memastikan bahwa meskipun latihan berjalan berat, risiko cedera tetap dapat diminimalisir melalui manajemen pemulihan yang tepat.

Pemilihan waktu untuk melakukan kegiatan sore hari dipilih bukan tanpa alasan yang kuat. Secara fisiologis, suhu tubuh manusia mencapai puncaknya pada sore hari, yang memungkinkan otot bekerja dengan lebih fleksibel dan bertenaga. Selain itu, waktu sore dianggap paling ideal bagi mahasiswa karena tidak berbenturan dengan jadwal kuliah inti yang biasanya berlangsung dari pagi hingga siang. Hal ini memungkinkan para atlet untuk datang ke lapangan dengan pikiran yang lebih tenang, sehingga mereka bisa berkonsentrasi penuh pada instruksi pelatih tanpa harus terburu-buru mengejar kelas.

Atmosfer di Palembang sebagai kota olahraga juga turut memicu semangat para atlet mahasiswa ini. Fasilitas yang memadai di kompleks olahraga kelas dunia memberikan keuntungan tersendiri bagi proses persiapan mereka. Namun, fasilitas hebat tanpa mentalitas yang kuat tentu akan sia-sia. Oleh karena itu, selain latihan fisik, penguatan mental juara juga disisipkan dalam setiap sesi. Mahasiswa diajarkan untuk memiliki daya juang yang tinggi, ketenangan dalam mengambil keputusan, dan kerja sama tim yang solid, terutama untuk cabang-cabang olahraga beregu yang memerlukan sinkronisasi antar pemain.

Kategori: Berita