Jiwa sportif adalah esensi yang ditekankan dalam peran Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) dalam membina karakter dan mental positif mahasiswa. BAPOMI meyakini bahwa inti dari olahraga bukan semata-mata kemenangan, melainkan bagaimana seorang atlet bertanding dengan menjunjung tinggi kejujuran, menghormati lawan, dan menerima setiap hasil dengan lapang dada. Inilah yang menjadi fondasi akhlak mulia seorang atlet sejati di tengah persaingan kompetitif.

BAPOMI menanamkan jiwa sportif ini melalui serangkaian program dan penegakan aturan yang konsisten. Setiap pertandingan, dari tingkat internal kampus hingga Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), harus berjalan sesuai aturan yang berlaku dan diawasi ketat oleh wasit yang independen. Edukasi berkelanjutan tentang etika bertanding dan pentingnya fair play selalu menjadi agenda utama. Sebagai contoh, dalam technical meeting sebelum POMNAS XIV di Palembang pada Oktober 2022, perwakilan BAPOMI Pusat, Bapak Rahmat Hidayat, dengan tegas menyampaikan komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas. Seluruh peserta dan ofisial diminta menandatangani pakta integritas yang menekankan kejujuran dalam berkompetisi. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap atlet memahami dan menghayati nilai-nilai tersebut.

Lebih lanjut, peran BAPOMI dalam membina karakter dan mental positif juga terlihat dari bagaimana mereka membimbing atlet dalam merespons kekalahan dan kemenangan. Atlet diajarkan untuk menghargai lawan, baik saat berada di posisi menang maupun kalah. Kekalahan dianggap sebagai sebuah pelajaran berharga untuk introspeksi dan berbenah diri, bukan sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, kemenangan dirayakan dengan kerendahan hati, tanpa sedikitpun niat merendahkan lawan. Sikap ini membentuk mental positif yang tangguh dan tidak mudah goyah di hadapan berbagai dinamika kompetisi. Pada sesi debriefing pasca-POMNAS, banyak atlet yang mengakui bahwa bimbingan dari tim BAPOMI membantu mereka menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan dengan lebih dewasa.

Fokus BAPOMI pada jiwa sportif juga mencakup aspek anti-kecurangan, termasuk doping. BAPOMI bekerja sama dengan lembaga terkait, seperti Badan Anti-Doping Indonesia (LADI), untuk memastikan kompetisi berjalan bersih. Pada POMNAS XVI di Surabaya, November 2024, tim LADI melakukan tes doping acak kepada sejumlah atlet sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas olahraga mahasiswa. Dengan demikian, BAPOMI secara konsisten membangun jiwa sportif yang kuat, menjadikan pembinaan karakter dan mental positif mahasiswa sebagai prioritas utama. Hal ini melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga pribadi yang berintegritas tinggi dan menjadi teladan bagi masyarakat luas.