Dalam dunia olahraga prestasi, latihan fisik yang berat hanyalah satu sisi dari koin kemenangan. Sisi lainnya yang sering kali menjadi penentu adalah nutrisi. Di Palembang, para atlet mahasiswa di bawah naungan badan olahraga setempat telah memperkenalkan sebuah konsep nutrisi unik yang mereka sebut sebagai Diet Sultan. Istilah ini bukan berarti mereka mengonsumsi makanan mahal yang mewah secara finansial, melainkan merujuk pada pemanfaatan kekayaan kuliner lokal Palembang yang diolah secara cerdas untuk menghasilkan energi maksimal (power max). Rahasia menu makan ini telah menjadi perbincangan hangat karena terbukti mampu menjaga stamina atlet tetap stabil meski harus menjalani jadwal latihan dan kuliah yang sangat padat.

Inti dari Diet Sultan bagi mahasiswa atlet di Palembang adalah modifikasi dari makanan khas daerah, terutama pempek dan turunan olahan ikan lainnya. Ikan sebagai bahan utama pempek merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan otot setelah latihan intensif. Namun, perbedaannya terletak pada cara pengolahan dan porsinya. Para ahli gizi yang bekerja sama dengan pihak universitas memastikan bahwa ikan yang digunakan adalah ikan segar dengan kadar lemak rendah. Selain itu, penggunaan tepung sagu diatur sedemikian rupa agar memberikan asupan karbohidrat kompleks yang dilepaskan secara perlahan ke dalam tubuh, sehingga memberikan energi yang berkelanjutan selama pertandingan berlangsung.

Selain protein dari ikan, aspek penting lainnya dalam Diet Sultan adalah penggunaan kuah cuko yang telah dimodifikasi secara medis. Cuko asli Palembang yang kaya akan asam jawa, bawang putih, dan cabai, ternyata memiliki fungsi sebagai agen detoksifikasi dan peningkat metabolisme tubuh. Dalam versi atlet, kadar gula merah dikurangi dan diganti dengan pemanis alami rendah kalori, sementara kandungan bawang putihnya diperbanyak untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Mahasiswa atlet Palembang mengonsumsi menu ini secara teratur untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan meningkatkan aliran darah ke seluruh otot. Inilah yang membuat mereka tampak selalu bugar dan memiliki daya ledak tenaga yang kuat di lapangan.

Menu pendamping dalam Diet Sultan ini juga melibatkan sayur-sayuran lokal dan buah-buahan tropis yang melimpah di wilayah Sumatera Selatan. Atlet diajarkan untuk memahami “jendela makan” yang tepat, yaitu kapan harus mengonsumsi karbohidrat tinggi sebelum bertanding dan kapan harus mengonsumsi protein tinggi setelah latihan.

Kategori: Berita